KENDARI, TERKINI.COM – Peningkatan pemahaman halal bagi generasi muda lewat informasi teknologi (IT). Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Sulawesi Tenggara (Sultra) bersama Al Hazen School Kendari menggelar Sharia Technovation di Festival Syariah (Fesyar) Kawasan Timur Indonesia 2024.
Deputi KPwBI Sultra, Thathit Suryono mengatakan, Sharia Technovation ini merupakan kegiatan yang ditujukan kepada generasi muda. Dimana di kegiatan tersebut BI Sultra bersama Al Hazen School Kendari mengadakan lomba design poster canva dan web.
Hal ini ungkap Thathit, karena melihat perkembangan digital saat ini yang terus meluas di berbagai aspek sosial dan ekonomi, itu perlu dijadikan penopang bagi ekonomi syariah.
“Dengan pemanfaatan dan penerapan teknologi digital diharapkan semakin mendorong dan membangun ekosistem ekonomi keuangan syariah,” katanya ditemui di sela-sela perlombaan design poster canva yang dilaksanakan di salah satu pusat perbelanjaan Kota Kendari, Selasa (09/07/2024).
Memang jika melihat data yang ada bahwa potensi nilai ekonomi digital di Indonesia pada 2025 mendatang bisa mencapai Rp2 ribu triliun dari keseluruhan nilai ekonomi yang berkaitan dengan digitalisasi.
Artinya lanjut dia, digitalisasi menjadi satu aspek komponen penting dalam berbagai aktivitas termasuk bagaimana memajukan ekonomi syariah.
Thathit menambahkan, kegiatan ini dilaksanakan untuk memacu kreatifitas anak bagaimana kita mendevelop berbagai macam media untuk mendukung pengembangan ekonomi keuangan syariah.
“Berharap ini tidak sampai disini saja tetapi hasil dari kompetisi ini bisa digabungkan dengan pelaku usaha khususnya UMKM syariah,” jelasnya.
Ditempat yang sama, Pimpinan Al Hazen School Kendari, Evi Sultriana Z, S,Si., Apt mengatakan, lomba ini dimaksudkan untuk melihat sejauh mana pemahaman anak-anak para generasi muda saat ini tentang halal melalui IT dalam hal ini design poster canva dan web.
“Melalui acara seperti ini, kita harap dapat memicu anak-anak kedepan bisa membantu kegiatan sekolah maupun UMKM dengan membuat poster melalui canva,” ucapnya.
Adapun jumlah peserta lomba design poster canva sebanyak 30 orang terdiri dari usia 9 – 16 tahun. Jadi ada pelajar dari tingkat SD, SMP hingga SMA dengan tema halal lifestyle. Sementara, untuk lomba website ada 47 peserta yang berasal dari siswa SMA, mahasiswa dan dewasa umum.
“Untuk lomba design web ini sudah masuk projectnya dan telah kita saring. Dimana yang lolos final 10 orang dan hari ini pula ke 10 orang itu akan melakukan presentasi,” tuturnya.
Intinya melalui kegiatan ini, pihaknya bersama BI Sultra ingin memberi ruang kepada generasi muda untuk berkompetisi dan bersaing dalam bidang teknologi. Sehingga kedepan bisa lahir ahli-ahli teknologi yang mendukung industri yang ada di Sultra, khususnya industri syariah termasuk UMKM, pesantren dan sekolah.
“Tentu akan sangat membantu dengan ahli teknologi sehingga semua bisa lebih maju,” kata Evi begitu ia disapa.
Al Hazen School Kendari sendiri mendukung era style, life 5.0 yakni era yang menumbuhkan generasi muda yang kritis, kreatif dan mampu menyelesaikan masalah. Melalui lomba seperti ini, para generasi muda ini dipicu kreatifitas, kritis dan mampu menyelesaikan masalah.
Dia menambahkan, pihaknya ingin mencetak generasi yang unggul dibidang teknologi, terdepan dan terbaik.
“Tidak hanya itu, sejalan dengan perkembangan ekonomi syariah kami mendukung industri syariah, pesantren, sekolah dan UMKM syariah. Jelas semua itu butuh teknologi, melalui lomba ini kita akan buktikan bahwa generasi Sultra mampu bersaing dan berkompetisi dengan generasi lainnya,” pungkas evi.
Reporter : Nunung
Comment